TARGET OPERASI NEWS

Kamis, 27 Agustus 2026

Dituduh Memeras, Tim Hukum Sebut 4 Jurnalis di Sijunjung Justru Jadi Korban Pengeroyokan Preman SPBU


 TARGET OPRASI NEWS MY.ID_SIJUNJUNG 

Menanggapi beredarnya laporan sepihak terkait pengamanan empat orang jurnalis di SPBU Parit Rantang, Kecamatan Kamang Baru, perwakilan tim investigasi media bersama penasihat hukum memberikan klarifikasi resmi untuk meluruskan fakta lapangan yang sebenarnya terjadi pada Kamis (27/8/2026) dini hari.


Koordinator Tim Investigasi menegaskan bahwa kehadiran empat wartawan—M. Ridwan (Menteng News), Muhammad Yahya Harahap (Detik Pos), Doni (Suara Metro Hukum), dan Syaiful Rahman (Pena Bhayangkara)—di lokasi tersebut murni untuk menjalankan fungsi kontrol sosial dan investigasi jurnalistik, bukan melakukan pemerasan seperti yang dituduhkan.


Kronologi Sebenarnya di Lapangan


Berdasarkan fakta yang dihimpun dari para wartawan di lokasi, berikut adalah kronologi kejadian yang sebenarnya:


Menindaklanjuti Laporan Masyarakat: Tim jurnalis mendatangi SPBU Parit Rantang untuk melakukan pemantauan lapangan setelah menerima keluhan dari masyarakat terkait dugaan penyelewengan pengisian BBM bersubsidi jenis solar.


Intimidasi oleh Kelompok Preman: Saat tim sedang melakukan dokumentasi visual (pengambilan video) sebagai pemenuhan kode etik jurnalistik terkait bukti fakta, tiba-tiba muncul sekelompok orang tidak dikenal (OTK) yang diduga kuat merupakan preman suruhan oknum tertentu.


Upaya Pengeroyokan dan Perusakan Mobil: Kelompok preman tersebut langsung melakukan intimidasi, memprovokasi warga, hingga melakukan pengeroyokan terhadap para wartawan. Tidak hanya fisik, mobil operasional Toyota Sigra dengan nomor polisi BM 1430 RF milik tim juga dirusak secara brutal oleh massa yang diprovokasi.


Pengamanan Diri ke Polsek: Kehadiran para wartawan di Polsek Kamang Baru pada pukul 00.30 WIB sebenarnya merupakan upaya menyelamatkan diri dari amukan massa dan preman yang anarkis di lokasi kejadian, bukan karena tertangkap tangan melakukan tindak pidana.


Bantahan Terkait Tuduhan Pemerasan dan Senjata


Terkait tuduhan pemerasan dan kepemilikan barang bukti di dalam mobil, pihak perwakilan jurnalis memberikan poin-poin bantahan keras:


Tidak Ada Pemerasan: Tim belum ataupun tidak pernah melakukan pengancaman atau meminta sejumlah uang kepada pihak SPBU. Pengambilan video adalah prosedur standar investigasi wartawan sebelum melakukan konformasi resmi kepada pihak manajemen.


Legalitas Jurnalis: Keempat jurnalis dilengkapi dengan kartu pers (ID Card) yang sah dan surat tugas dari redaksi media masing-masing yang terdaftar. Larangan meliput dengan dalih "tidak memiliki izin di lokasi publik" dinilai sebagai bentuk pembungkaman pers.


Klarifikasi Alat Keamanan (Air Gun & Tongkat Bisbol): Keberadaan benda tersebut di dalam mobil murni sebagai alat perlindungan diri (self-defense) selama perjalanan lintas provinsi (Riau - Sumbar) yang rawan kejahatan jalanan, dan barang tersebut sama sekali tidak pernah dikeluarkan, digunakan, atau ditonjolkan untuk mengancam pihak SPBU Parit Rantang.


Mendesak Penegakan Hukum terhadap Pelaku Penganiayaan


Pihak redaksi bersama organisasi profesi pers mengecam keras aksi main hakim sendiri, pengeroyokan, serta perusakan aset milik jurnalis yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Tindakan menghalang-halangi tugas jurnalistik dengan kekerasan merupakan tindak pidana serius.

Masyarakat Menjerit! SPBU 13275513 Kamang Baru Diduga Lebih Manjakan Mafia BBM Ketimbang Warga Kecil


 

TARGET OPRASI NEWS MY.ID_SIJUNJUNG, SUMATERA BARAT 

 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dengan nomor lambung 13275513 yang berlokasi di Jl. Lintas Kiliran Jao - Teluk Kuantan, Kunangan Parit Rantang, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, kini tengah menjadi sorotan tajam netizen dan masyarakat luas. Lokasi tersebut diduga kuat telah beralih fungsi menjadi "surga" bagi para mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.


Kondisi ini memicu jeritan dan keresahan mendalam dari warga sekitar. Masyarakat mengeluhkan sikap pihak manajemen SPBU yang dinilai lebih memprioritaskan pelayanan kepada para pelangsir dan mafia BBM, ketimbang memenuhi kebutuhan mendasar masyarakat kecil dan pengendara setempat yang berhak menerima subsidi.


Berdasarkan laporan dan keluhan warga, pihak SPBU diduga sengaja mengalihkan alokasi BBM bersubsidi—yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu—kepada para mafia. Praktik ilegal ini disinyalir terjadi karena pihak SPBU menjual BBM tersebut di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, demi meraup keuntungan pribadi yang jauh lebih besar.


Ketimpangan pelayanan ini membuat masyarakat lokal kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi, sehingga roda perekonomian warga kecil di wilayah Kamang Baru menjadi terganggu.


Menyikapi pembiaran yang kasat mata ini, masyarakat mendesak ketegasan dari Aparat Penegak Hukum (APH) setempat. Selama ini, APH dinilai terkesan "tutup mata" terhadap aktivitas penyelewengan yang terjadi secara terang-terangan di SPBU 13275513 tersebut. Situasi ini pun memicu spekulasi dan kecurigaan di tengah masyarakat mengenai adanya dugaan aliran dana atau "setoran" dari pihak SPBU dan para mafia kepada oknum tertentu.


Masyarakat meminta Pertamina, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), serta jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat untuk segera turun ke lapangan. Warga menuntut dilakukannya investigasi menyeluruh, penindakan hukum yang tegas terhadap para mafia, serta pemberian sanksi berat berupa pencabutan izin operasi bagi SPBU 13275513 jika terbukti melakukan pelanggaran berat.

Danlanud Roesmin Nurjadin Dampingi Pangdam XIX/TT dan Kapolda Riau, Perkuat Sinergi Penanganan Karhutla


 

TARGET OPRASI NEWS MY.ID_PEKANBARU 

 Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris, M.MaritimePol., M.M.O.A.S. mendampingi Pangdam XIX/Tuanku Tambusai dan Kapolda Riau dalam Rapat Penyuluhan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Riau, Rabu (26/8/2026).


Kegiatan yang berlangsung di Ruang Nakula VIP Pandawa Lanud Roesmin Nurjadin tersebut diikuti personel TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan Karhutla Provinsi Riau. Rapat ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi, menyatukan langkah, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi karhutla di sejumlah wilayah rawan.


Sebagai bagian dari upaya pencegahan, Lanud Roesmin Nurjadin turut mengerahkan Tim Penyuluh TNI AU. Tim ini memiliki peran strategis dalam mendukung pencegahan dan penanggulangan karhutla melalui edukasi, sosialisasi, deteksi dini, serta koordinasi dengan masyarakat dan seluruh unsur Satgas Karhutla.


Tim Penyuluh TNI AU tidak hanya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak karhutla, tetapi juga mengajak masyarakat untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.


Di lapangan, tim juga berperan dalam mendukung operasi udara TNI AU dengan menghimpun dan menyampaikan informasi awal dari masyarakat mengenai lokasi maupun kondisi titik api kepada unsur terkait. Informasi tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat respons, khususnya terhadap titik api yang berada di wilayah sulit dijangkau oleh Satgas Darat.


Sejalan dengan tugas pokok tim penyuluh TNI pada umum nya, Melalui pendekatan yang persuasif dan humanis, Tim Penyuluh TNI mendorong masyarakat agar tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi menjadi bagian dari solusi dalam upaya mewujudkan Riau bebas asap.


Dalam pelaksanaannya, Tim Penyuluh TNI AU Lanud Roesmin Nurjadin juga terus membangun koordinasi dengan Babinsa, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, kepolisian, serta unsur Satgas Karhutla lainnya. Sinergi tersebut diperlukan agar setiap informasi mengenai potensi maupun kejadian karhutla dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.


Fokus utama Tim Penyuluh Lanud Roesmin Nurjadin adalah mencegah sebelum terjadi, mendeteksi sedini mungkin, melaporkan dengan cepat, serta menggerakkan masyarakat untuk bersama-sama menanggulangi karhutla.


Dengan sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, upaya penanggulangan karhutla di Provinsi Riau diharapkan semakin efektif sehingga dampak kebakaran dapat diminimalkan dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman tanpa gangguan asap.***

ALIANSI PEMUDA DAN MASYARAKAT RIAU GELAR AKSI DAMAI DI KEJATI RIAU: DESAK EVALUASI HUKUM PENGELOLAAN PARKIR KOTA PEKANBARU UNTUK CEGAH PENYALAHGUNAAN WEWENANG


 

TARGET OPRASI NEWS MY.ID_PEKANBARU, 27 Agustus 2026 

 Aliansi Pemuda dan Masyarakat Riau hari ini menggelar aksi unjuk rasa damai tepat di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan; aliansi sengaja membawa isu pengelolaan parkir kota ke lembaga penegak hukum untuk menegaskan bahwa masalah ini bukan sekadar sengketa administratif, melainkan berpotensi mengandung unsur penyalahgunaan wewenang, penyimpangan prosedur pengadaan, dan kerugian keuangan negara yang memerlukan pengawasan hukum yang ketat.


Koordinator Lapangan Dari mahasiswa aksi, Raja menyatakan bahwa kehadiran mereka di Kejati Riau adalah bentuk permohonan perlindungan hukum dan audit forensik terhadap kontrak pengelolaan parkir yang saat ini berjalan. "Kami tidak datang untuk mengadili, tapi untuk meminta kepastian hukum. Jika ada indikasi pelanggaran UU Tipikor, gratifikasi, atau mark-up anggaran dalam perjanjian kerja sama parkir ini, maka Kejati berkewajiban masuk. Warga Pekanbaru berhak tahu apakah uang retribusi mereka dikelola sesuai hukum atau justru menjadi sumber kebocoran anggaran," tegasnya di hadapan ratusan peserta yang tertib dan disiplin.


Dalam orasinya serta dokumen tuntutan yang diserahkan kepada perwakilan Kejati Riau, aliansi menyampaikan 3 poin desakan berbasis perspektif hukum:


1 Audit Forensik & Investigasi Mendalam: Mendesak Kejati Riau untuk segera membentuk tim khusus guna memeriksa legalitas proses tender terkait pengelola parkiran Oleh PT.YABISA di pekanbaru yang diduga tidak sesuai kontrak


2.Evaluasi Kepatuhan Hukum Kontrak: transparansi pemasukkan terhadap PAD dari perparkiran yang di kelola PT YABISA 


3.TERKAIT DUGAAN TINDAK PIDANA KORUPSI YANG MERUGIKAN KEUANGAN DAERAH KOTA PEKANBARU YANG TERJADI DALAM PENGELOLAAN PERPARKIRAN DI KOTA PEKANBARU.



Aksi yang berlangsung kondusif ini mendapat respons positif dari pihak Kejati Riau. Kepala Kejaksaan Tinggi Riau yang di wakili oleh humas kejati riau yang menerima perwakilan aliansi secara resmi, mengapresiasi cara penyampaian aspirasi yang santun dan berbasis data. "Kami mencatat semua poin tuntutan saudara-saudara. Kejaksaan memiliki fungsi pengawasan (supervisi) terhadap pelaksanaan peraturan perundang-undangan di daerah. Kami akan segera berkoordinasi dengan Bidang Intelijen dan Pidana Khusus untuk menindaklanjuti laporan ini secara profesional dan independen," ujarnya.


Beliau juga menjamin bahwa setiap temuan akan ditangani sesuai kode etik dan prosedur hukum yang berlaku, tanpa intervensi pihak manapun.


Aliansi Pemuda dan Masyarakat Riau menegaskan bahwa langkah menuju Kejati Riau adalah eskalasi strategis setelah upaya dialog dengan Pemkot Pekanbaru dinilai belum menghasilkan transparansi yang memadai. Mereka menyerukan agar seluruh elemen masyarakat mendukung proses hukum ini sebagai wujud kedaulatan rakyat atas aset publik.


"Parkir adalah hak warga, bukan komoditas elite. Ketika jalur administrasi buntu, jalur hukum adalah jalan terakhir kami. Kami percaya Kejati Riau akan tegak lurus membela kepentingan rakyat kecil!" pungkas Korlap menutup orasinya dengan semangat yang terukur.


Dengan berakhirnya aksi secara damai di lingkungan institusi penegak hukum, diharapkan momentum ini menjadi awal dari reformasi tata kelola parkir yang bersih, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi. Solidaritas pemuda dan masyarakat Riau telah membuktikan bahwa advokasi publik yang cerdas dan konstitusional adalah kunci mewujudkan keadilan sosial di Kota Pekanbaru.


- Selesai -

Kodam XIX Tuanku Tambusai Intensifkan Pemadaman Karhutla di Kampar, Asap Tebal Masih Terlihat


 

TARGET OPRASI NEWS MY.ID_KAMPAR 

 Tim gabungan terus berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jalan Keluarga, RT 01/RW 02, Dusun II, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Kamis (27/8/2026). Penanganan memasuki hari ke-13 dengan luasan lahan terdampak sekitar 14 hektare.


Koramil 07-0313/KPR bersama unsur Polri, Manggala Agni, dan BPBD bergerak melakukan pemadaman sekaligus pendinginan untuk memastikan bara api tidak kembali menyala. Hingga perkembangan terakhir, titik api telah padam, namun kepulan asap tebal masih muncul sehingga proses penanganan terus dilanjutkan.


Kondisi lapangan menjadi tantangan tersendiri. Petugas menghadapi angin kencang dan cuaca panas, sementara karakter lahan gambut serta semak belukar membuat api berpotensi kembali menjalar. Keterbatasan sumber air juga menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.


Untuk mempercepat penanganan, tim mengerahkan berbagai sarana pemadaman, termasuk tangki air, mesin pemadam, mini striker, selang, selang isap, nozzle, serta kendaraan operasional roda dua dan roda empat.


Petugas juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memperkuat penanganan di lapangan. Sementara itu, kepemilikan lahan dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan Polsek Tambang.


Penanganan Karhutla dilakukan secara berkelanjutan dengan prioritas memadamkan bara, mencegah penjalaran api, dan memastikan kawasan yang telah terbakar benar-benar aman dari potensi munculnya titik api baru***

Pangdam XIX Tuanku Tambusai Tinjau Jembatan Garuda, Dorong Mobilitas dan Ekonomi Warga Rohil


TARGET OPRASI NEWS MY.ID_ROHIL

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP., meninjau Jembatan Perintis Garuda di Jalan Air Pas, Dusun Mulya Makmur, Kepenghuluan Bangko Pusaka, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir, Kamis (27/8/2026) pagi. Peninjauan tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI dalam mendukung peningkatan akses dan konektivitas masyarakat di wilayah pedesaan.


Didampingi Danrem 031/WB Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han., Pangdam bersama rombongan tiba di wilayah Bangko Jaya menggunakan helikopter sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi jembatan.


Setibanya di lokasi, Pangdam meninjau kondisi Jembatan Perintis Garuda sekaligus melihat secara langsung manfaat keberadaan jembatan tersebut bagi mobilitas masyarakat. Kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah bersama unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh masyarakat, serta warga.


“Jembatan ini bukan sekadar sarana penghubung, tetapi menjadi bagian dari upaya kita membuka akses dan menghadirkan manfaat pembangunan secara langsung bagi masyarakat,” ujar Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo.


Keberadaan jembatan diharapkan memperlancar mobilitas warga, distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta akses menuju fasilitas pendidikan, kesehatan, pemerintahan, dan pusat kegiatan ekonomi.


Bagi masyarakat Kepenghuluan Bangko Pusaka dan wilayah sekitarnya, jembatan tersebut menjadi penghubung strategis yang dapat mengurangi hambatan perjalanan dan membuka peluang aktivitas ekonomi yang lebih luas.


Peninjauan Jembatan Perintis Garuda juga menunjukkan sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan wilayah. Kehadiran Pangdam di tengah masyarakat menegaskan komitmen TNI untuk terus hadir memberikan manfaat nyata bagi rakyat.


Usai seluruh rangkaian kegiatan, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai bersama rombongan meninggalkan lokasi dan kembali menuju Pekanbaru. Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif***
 

Lanud Roesmin Nurjadin Gencarkan Pemadaman Karhutla, OMC Malam Hari Buahkan Hasil


 

TARGET OPRASI NEWS MY.ID_PEKANBARU 

 Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin terus menggencarkan upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Tidak hanya pada siang hari, upaya tersebut juga dilakukan melalui penerbangan malam dalam mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) demi mewujudkan Riau bebas asap.


Pada Selasa (25/8/2026), Lanud Roesmin Nurjadin kembali mengoperasikan pesawat Cessna Caravan 208/PK-SNM untuk mendukung pelaksanaan OMC. Dari tiga sortie penerbangan yang dilaksanakan pada hari yang sama, satu sortie dilakukan pada malam hari dengan menyusuri sejumlah wilayah yang menjadi blocking area karhutla.


Penyemaian awan dilakukan di wilayah Kabupaten Siak, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Pelalawan, dan Kabupaten Bengkalis. Dalam operasi tersebut, pesawat membawa dan menyemaikan 1 ton Natrium Klorida (NaCl) pada malam harinya dengan ketinggian antara 7.000 hingga 14.000 kaki.


Upaya tersebut membuahkan hasil. Sejumlah wilayah di Provinsi Riau terpantau diguyur hujan, sehingga diharapkan dapat membantu membasahi lahan serta menekan potensi muncul dan meluasnya titik api.


Pelaksanaan OMC pada malam hari menjadi bagian dari langkah strategis dalam menghadapi ancaman karhutla. Dengan mengoptimalkan operasi udara, Lanud Roesmin Nurjadin bersama seluruh unsur terkait terus berupaya mempercepat penanganan titik api sekaligus mengurangi dampak kabut asap bagi masyarakat. 


Lanud Roesmin Nurjadin berkomitmen untuk terus hadir mendukung pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi karhutla, demi menjaga lingkungan, kesehatan masyarakat, serta menciptakan Riau yang aman dan bebas asap.

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done