TARGET OPERASI NEWS: Berita
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 November 2025

Upacara Bendera Dalam Rangka Memperingati HUT PGRI Ke 80 Dan Hari Guru Nasional 2025 Berlangsung Khidmat Di SD Negeri 18 Pekanbaru


 

Pekanbaru(Targetoperasinews.my.id)- SD Negeri 18 Pekanbaru hari ini melaksanakan Upacara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) sekaligus Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Kegiatan berlangsung dengan khidmat di lapangan sekolah pada tanggal 25 November 2025 sejak pukul 07.00 WIB, diikuti oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik dari kelas I hingga kelas VI .

Ada suasana berbeda pada upacara tahun ini. Jika pada umumnya petugas upacara diambil dari peserta didik, maka pada peringatan Hari Guru Nasional 2025 Di SD Negeri 18 Pekanbaru. menetapkan guru dan tenaga kependidikan sebagai petugas penuh upacara. Seluruh rangkaian tugas mulai dari Pemimpin Upacara, Pembaca UUD 1945, Pembawa Teks Pancasila, Pengibar Bendera, hingga pembawa acara dilaksanakan oleh para pendidik sebagai bentuk simbolis dedikasi, keteladanan, dan solidaritas profesi.



Kegiatan ini menjadi momentum bagi seluruh warga sekolah SD Negeri 18 Pekanbaru untuk mengenang perjuangan dan dedikasi para guru  dalam mencerdaskan generasi bangsa. 

Pembina Upacara Ibu Ria Mariati Dalam amanatnya beliau membacakan Sambutan Resmi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia yang berisi pesan mendalam tentang "peran strategis guru hebat dalam mencerdaskan, membentuk karakter, dan menjaga masa depan Indonesia. Serta agar guru fokus dalam  tugas mendidik Siswa/ Siswi Indonesia tanpa perlu khawatir akan urusan administrasi yang berlarut larut, dan menghilangkan segala kendala struktural yang membelenggu potensi guru. Sehingga guru bisa bekerja dengan fokus,cerdas dan bermakna.

Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke 80 tahun 2025 membawa makna khusus bagi keluarga besar SD Negeri 18 Pekanbaru. Dengan menjadikan guru dan tenaga kependidikan sebagai petugas upacara, sekolah dapat memberikan ruang simbolis bagi para tenaga pendidikan untuk menegaskan bahwa guru tidak hanya memimpin dari depan, tetapi juga memberi contoh melalui tindakan nyata.



Selain itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa guru adalah teladan yang tidak hanya mendidik tetapi juga menginspirasi, membimbing, serta menciptakan perubahan positif dalam kehidupan siswa. Dan kegiatan  ini tidak  sekedar rangkaian acara formal, tetapi lebih merupakan perayaan kebersamaan dan semangat untuk terus berkarya dalam dunia pendidikan. Harapannya, semangat ini dapat terus menginspirasi dan mendorong semua pihak yang terlibat dalam membentuk generasi penerus bangsa yang unggul dan berprestasi.

(Junita)

Sabtu, 23 Agustus 2025

Mafia Solar di Pelalawan: Wahyu, Tangan Kanan Bos SPBU 14.284.633 dan imam si RAJA langsir di duga jadi dalang Wartawan Dipukuli, polres palelawan sengaja tutup mata


Pelalawan(Targetoperasinews.my.id)– Skandal busuk penyelewengan BBM bersubsidi di Kabupaten Pelalawan akhirnya terbongkar. Di balik nama besar SPBU 14.284.633, Pangkalan Kerinci Kota, terselip praktik mafia solar yang begitu rapi, licik, dan brutal.

Tokoh kuncinya adalah Wahyu, penanggung jawab SPBU yang dikenal luas sebagai tangan kanan bos SPBU. Ia diduga bukan hanya sekadar penjaga operasional, tetapi otak pengaturan penjualan solar subsidi. Dialah yang mengatur, membagi jatah, hingga menjual BBM subsidi langsung ke Imam, sosok yang dijuluki masyarakat sebagai “Raja Pelangsir BBM” di Pelalawan.

Skema Mafia BBM: Dari SPBU ke Raja Langsir

Solar subsidi yang seharusnya menjadi hak rakyat kecil, nelayan, dan UMKM, justru dikuras habis-habisan oleh jaringan mafia ini. Dari SPBU, solar dialirkan ke jerigen-jerigen, drum, hingga mobil tangki modifikasi. Semua atas kendali Wahyu. Dari tangannya, solar itu jatuh ke Imam, lalu dilempar ke industri dengan harga berlipat.

Inilah pengkhianatan paling nyata: subsidi dari negara yang dibayar oleh pajak rakyat justru dirampok demi memperkaya segelintir mafia.

Wartawan Dipukuli, Bukti Mafia Tak Segan  membungkam wartawan

Lebih keji lagi, ketika praktik busuk ini hendak dibongkar media, wartawan malah dipukul habis-habisan oleh preman bayaran. Preman-preman itu bukan datang kebetulan, melainkan dipelihara dan dikirim langsung oleh Pihak SPBU wahyu dan raja langsir imam untuk membungkam kebenaran.

Pemukulan wartawan adalah bukti terang: mafia BBM ini bukan hanya perampok subsidi rakyat, tapi juga musuh kebebasan pers, musuh demokrasi, musuh negara.

Kejahatan yang Tak Bisa Ditolerir

Mereka melanggar banyak aturan hukum:

UU Migas No. 22 Tahun 2001 jo. UU Cipta Kerja No. 11 Tahun 2020 Pasal 55 → Penyalahgunaan niaga BBM subsidi, ancaman pidana 6 tahun penjara + denda Rp60 miliar.

Pasal 170 KUHP → Pengeroyokan, hukuman hingga 5 tahun 6 bulan penjara.

UU Pers No. 40 Tahun 1999 Pasal 4 ayat (3) → Jaminan perlindungan wartawan dari segala bentuk intimidasi dan kekerasan.

Ini bukan sekadar pelanggaran hukum. Ini penghinaan terhadap negara.

Publik Menantang Aparat: Berani atau Takut?

Kini, semua mata tertuju pada Kapolda Riau dan Kapolres Pelalawan. Pertanyaannya sederhana: berani membongkar mafia SPBU ini atau justru ikut melindungi?

Karena jika aparat hanya diam, maka publik berhak menduga: ada aliran uang, ada kongkalikong, ada pembiaran. Dan ketika itu terjadi, hukum sudah mati di Pelalawan.

Kami Tidak Akan Diam!

Wahyu, Imam, dan seluruh jaringan mafia solar harus segera ditangkap. SPBU 14.284.633 harus diperiksa habis-habisan. Preman-preman peliharaan harus diseret ke meja hijau.

Pers tidak akan mundur. Pukul satu wartawan, maka seluruh media akan bersuara serentak.

Mafia BBM bukan hanya merugikan negara triliunan rupiah, tapi juga menginjak-injak martabat rakyat. Kami tegaskan: ini bukan sekadar bisnis kotor, ini pengkhianatan terhadap bangsa.

Editor Redaksi

Senin, 14 April 2025

Mencari Keseimbangan Ekonomi dalam Ranwal RPJMD Purwakarta


Refleksi Pribadi atas Ketimpangan antara Industri, Pertanian, dan Pariwisata

PURWAKARTA || Target operasi news 

Sebagai warga Purwakarta, saya melihat langsung bagaimana kabupaten ini tumbuh dengan cepat, terutama di sektor industri. Pabrik-pabrik bermunculan, kawasan industri berkembang, dan jalan-jalan besar dibangun mengarah ke sana. Saya tidak menolak itu—pertumbuhan industri memang membawa perubahan, menciptakan lapangan kerja, dan memperluas aktivitas ekonomi.

Namun ketika saya membaca data PDRB terbaru, saya mulai bertanya-tanya: apakah ini arah pembangunan yang seimbang? Sektor industri pengolahan, misalnya, menyumbang sekitar 57,6% terhadap total PDRB Purwakarta pada tahun 2024, menjadikannya sektor dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi daerah. Dalam lima tahun terakhir, sektor ini mengalami peningkatan stabil, dari Rp38.224,62 miliar pada 2020 menjadi Rp50.836,80 miliar pada 2024. Ini mencerminkan bagaimana Purwakarta sangat mengandalkan sektor industri pengolahan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan hanya menyumbang sekitar 6,5% PDRB pada tahun 2024, meskipun tetap penting sebagai penyedia lapangan kerja di pedesaan. Pertumbuhannya pun relatif stagnan: dari Rp2.726,05 miliar pada 2020 menjadi hanya Rp2.880,53 miliar pada 2024—bahkan menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Ini memperlihatkan ketimpangan yang nyata dalam arah pembangunan kita.

Satu Kaki Terlalu Berat

Saya percaya bahwa ekonomi yang sehat harus berdiri di atas lebih dari satu pilar. Sayangnya, Purwakarta masih terlalu bergantung pada industri. Itu artinya, ketika satu sektor ini terguncang, ekonomi daerah bisa ikut goyah. Kita semua merasakannya saat pandemi kemarin—beberapa pabrik tutup, pendapatan turun, dan efeknya menjalar ke banyak keluarga.

Sementara itu, sektor pertanian yang seharusnya bisa jadi penyangga justru stagnan. Saya melihat petani-petani di kampung saya masih menanam dengan cara lama, mengandalkan hujan, dan kesulitan menjual hasil panennya dengan harga yang layak. Pertanian terasa seperti pekerjaan yang dilakukan karena terpaksa, bukan karena menjanjikan masa depan.

Kalau RPJMD memang ingin memperbaiki ini, maka saya berharap langkahnya lebih dari sekadar pernyataan program. Pemerintah harus turun tangan langsung—bukan hanya membangun irigasi, tapi juga menghadirkan penyuluh, pelatihan, bahkan subsidi alat bagi petani yang siap berubah.

Pariwisata dan Potensi yang Masih Tertidur

Saya juga ingin bicara soal pariwisata. Purwakarta punya banyak tempat indah. Tapi keindahan itu hanya dinikmati oleh mereka yang kebetulan tahu, atau kebetulan lewat. Situ Buleud, Waduk Jatiluhur, Curug Tilu—semuanya punya daya tarik, tapi tak ada yang betul-betul dikelola serius.

Padahal jika melihat data, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang bisa merepresentasikan kegiatan wisata mengalami pertumbuhan tahunan yang cukup baik: dari Rp745,1 miliar pada 2020 menjadi Rp1.048,39 miliar pada 2024. Kontribusinya memang masih kecil—sekitar 1,19% terhadap PDRB tahun 2024—tapi tren pertumbuhannya menunjukkan bahwa sektor ini punya potensi besar jika dikelola secara serius.

Pariwisata itu soal ekosistem. Bukan hanya membangun jembatan atau toilet, tapi menciptakan pengalaman. Kalau RPJMD tidak meletakkan ini sebagai program utama, saya khawatir potensi ini akan terus tertidur.

Ranwal RPJMD: Niat Sudah Ada, Tapi Arah Masih Ragu-Ragu

Saya membaca Ranwal RPJMD 2025–2029. Ada harapan di sana. Saya melihat ada rencana memperkuat teknologi pertanian, memperbaiki infrastruktur desa, dan mempromosikan pariwisata. Tapi sejujurnya, semuanya masih terasa terlalu umum, terlalu aman.

Tidak ada strategi besar yang membuat saya yakin bahwa arah pembangunan lima tahun ke depan akan benar-benar berubah. Kita butuh RPJMD yang berani memilih. Yang tidak sekadar menyenangkan semua pihak, tapi fokus pada keberpihakan terhadap yang paling tertinggal.

Menuju Ekonomi yang Lebih Seimbang

Bagi saya, membangun ekonomi Purwakarta berarti membangun semua—bukan hanya industri, tapi juga pertanian dan pariwisata. Saya yakin kita tidak akan kuat kalau hanya berdiri di satu kaki. Kita harus memberi ruang yang setara bagi petani dan pelaku wisata lokal untuk tumbuh.

Keseimbangan itu butuh keputusan yang berani. Pemerintah harus berani memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung ke ekonomi rakyat, bukan hanya yang menunjang industri besar. Harus berani mendanai pelatihan petani dan pelaku UMKM, bukan hanya menarik investor besar. Dan yang tak kalah penting, harus mau mendengar lebih banyak suara dari masyarakat bawah, bukan hanya suara dari balik meja.

Penutup: Pembangunan yang Mendengar dan Mengakar

Saya percaya RPJMD bukan hanya milik para pejabat yang menyusunnya, tapi milik kita semua. Karena yang merasakan dampaknya adalah rakyat biasa—petani, nelayan, pelaku wisata, dan pekerja kecil di kampung-kampung.

Saya berharap, rencana lima tahun ke depan ini tidak hanya tertulis indah dalam dokumen. Tapi bisa hidup, bergerak, dan menjawab kebutuhan masyarakat. Karena pada akhirnya, keberhasilan pembangunan bukan diukur dari grafik dan angka semata, tapi dari rasa: apakah masyarakat merasa lebih baik, lebih sejahtera, dan lebih didengar.

Catatan Penulis

Tulisan ini adalah bagian pertama dari esai berseri _“RPJMD Purwakarta: Harapan dan Kenyataan”._ Seri ini saya tulis sebagai upaya warga untuk ikut terlibat secara kritis dalam menelaah isi Ranwal RPJMD Kabupaten Purwakarta 2025–2029.

Dalam seri pertama ini, saya membahas ketimpangan antara sektor industri, pertanian, dan pariwisata, serta bagaimana hal ini tercermin (atau justru belum cukup tercermin) dalam arah kebijakan daerah lima tahun ke depan.

Sumber : madilognews.com 

(Red)

Jumat, 04 April 2025

Respon Cepat Bupati Purwakarta Dilakukan Sebagai Bentuk Nyata Menuju Purwakarta Istimewa

 


PURWAKARTA || target operasi news 

Pemerintah Kabupaten Purwakarta menunjukkan respons cepat atas viralnya kondisi rumah tidak layak huni milik Pak Sangkin, warga Gang Beringin RT 74/RW 08, Kelurahan Negeri Kaler, Kecamatan Purwakarta. Hari ini, Sabtu (05/04/2025), Bupati Purwakarta langsung turun ke lokasi dan memimpin dimulainya perbaikan rumah tersebut.

Tak hanya kunjungan seremonial, Pemkab bersama tim teknis dan pekerja bangunan langsung memulai perbaikan fisik rumah milik Pak Sangkin. Material bangunan mulai didatangkan, dan proses rehabilitasi dilakukan di hari yang sama.

“Kita tidak menunggu lama. Hari ini juga kita mulai perbaikannya. Ini bentuk tanggung jawab dan empati pemerintah kepada masyarakat,” tegas Bupati di hadapan warga.


Langkah ini dilakukan setelah Bupati menerima laporan bahwa rumah Pak Sangkin yang nyaris roboh telah berkali-kali didokumentasikan oleh oknum yang mengatasnamakan bantuan, namun tak kunjung mendapat realisasi.

Pak Sangkin yang menyaksikan langsung dimulainya perbaikan rumahnya, mengucapkan syukur dan terima kasih yang mendalam.

“Alhamdulillah, saya gak nyangka hari ini langsung diperbaiki. Terima kasih untuk perhatian Bupati dan semua yang sudah peduli,” ucapnya dengan penuh haru.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah harus dimulai dari mendengarkan suara-suara kecil yang sering luput dari perhatian. Pemerintah Kabupaten berkomitmen menjadikan kejadian ini sebagai evaluasi serius agar tidak terulang di tempat lain.


Langkah cepat ini juga menjadi bukti nyata bahwa visi “Purwakarta Istimewa” tidak sekadar slogan, melainkan hadir lewat aksi nyata di tengah masyarakat.

Sumber : Madilognews.com

(Dwi)

Minggu, 30 Maret 2025

Ciptakan Mudik Aman Keluarga Nyaman Kapolda Tinjau Arus Mudik di Jalur Riau-Sumbar

Target Operasi News |PEKANBARU - Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan bersama Dirlantas Polda Riau Kombes Taufiq Lukman Nurhidayat melakukan pengecekan arus mudik di jalur Riau-Sumatera Barat, Minggu (30/03/2025).

Pemantauan dilakukan dari Kota Pekanbaru, hingga Pos Pengamanan (PosPam) Lebaran XIII Koto Kampar, perbatasan Provinsi Riau dan Sumbar, 

Dalam tinjauannya, Irjen Herry mengecek kesiapan petugas, hingga sarana prasarana yang akan digunakan untuk melayani masyarakat .

Selain itu ia juga memberikan bantuan obat dan paket makanan untuk petugas yang berjaga di Pos Pengamanan yang ada di rest area KM 36 Tol Pekanbaru - Bangkinang.

Irjen Herry menyampaikan bahwa puncak arus mudik telah terjadi pada 28 Maret 2025, adapun hasil pantauan langsung, saat ini kondisi lalu lintas di jalur tersebut terpantau lancar.

Sementara itu, Dirlantas Polda Riau Kombes Polda Riau Kombes Taufiq Lukman Nurhidayat menambahkan. 

"Terkait antisipasi longsor kalau seandainya terjadi situasi darurat kami sudah siapkan dari Binamarga sarana prasarana yang bisa mendukung dan alat pun standby," imbuhnya. 

Sementara itu, Dirlantas Polda Riau juga kembali menyampaikan himbauan kepada seluruh masyarakat dan pemudik agar selalu berhati-hati dalam berkendara, baik kendaraan roda empat maupun roda dua. 

"Kepada seluruh pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, baik kendaraan roda empat maupun roda dua agar mematuhi tata tertib berlalu lintas. Ikuti arahan petugas dilapangan, bila lelah silahkan istrahat, ingat, keselamatan yang pertama dan utama," tutupnya.

Jimmy

Kamis, 27 Maret 2025

Pemerintah Cepat Tanggap, Abang Ijo Wabup Purwakarta Fasilitasi Pertemuan Kasus LPK Azumi

 

PURWAKARTA || target operasi news 

Beberapa Vidio beredar di aplikasi tiktok yang memperlihatkan tentang Sebuah LPK yang memberangkatkan para calon pekerja ke Negara jepang, kini telah menjadi sorotan publik. mirisnya, hal itu disebut-sebut sebagai praktik penipuan serta jalankan LPK Ilegal yang diduga dilakukan oleh pimpinan LPK "IDANG" hingga mencapai puluhan korban, total kerugian kurang lebih sampai satu miliar. Kabupaten Purwakarta. Kamis (27/03/2025)

Beberapa kali pertemuan dilakukan antara Idang/pimpinan LPK Azumi Purwakarta bersama para siswa yang dirugikan, namun tak pernah menemukan titik temu, hingga ditahun 2025 ini para korban melaporkan hal tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

Cepat tanggap dari pihak pemerintah dalam mensikapi permasalahan, beberapa pertemuan kedua belah pihak di fasilitasi oleh pemerintah yang di wakili oleh Abang Ijo Hapidin, diketahui sebagai Wakil Bupati Purwakarta.

Namun setelah masalah ini menjadi pelik, ada hal menarik yang terjadi dialami oleh salah satu siswa / korban, mereka didatangi secara langsung oleh pimpinan LPK Azumi Purwakarta "IDANG"  dan mengatakan akan mengganti semua uang yang telah diberikan.

Mengingat perjuangan yang panjang dan banyak waktu yang mereka buang kemudian proses hukum yang Tidak jelas, dengan tegas mereka menolak permintaan "IDANG".

"Kemarin malam Pak "IDANG" datang ke rumah kami, dan meminta agar tidak melanjutkan permasalahan, dan katanya siap untuk mengembalikan hak yang pernah kami berikan, namun kami sepakat untuk menolak, selama ini kemana sajaaaa". Ucap salahsatu orang tua siswa.

Diwaktu terpisah, awak media mencoba mengkonfirmasi kepada "IDANG" tentang hal itu melalui sambungan whatsapp, namun dijawab oleh istrinya yang hanya menjawab terserah dan ikhlas atas ketentuan dari tuhan.

"Enya aku mah tos terserah allah weh om tos ikhlas dg segala ketentuanna, Mangga wae lah haroyongna kmh😭 ?
dalam bahasa Indonesia yang berarti (iya kalau saya sudah terserah Tuhan saja om, sudah ikhlas dengan segala ketentuanya, silahkan saja lah maunya bagaimana 😭 ?)" ucap istri "IDANG" 

Info terakhir yang diterima redaksi jubir86.my.id, terkait perijinan LPK Azumi Purwakarta Pimpinan "IDANG" kini telah di bekukan.

Sementara, pendamping para Siswa/korban mengatakan, "Proses hukum akan dilakukan setelah lebaran nanti" ucapnya 

Jika masalah "IDANG/LPK Azumi" dilanjutkan ke jalur hukum, maka ia akan dikenakan Pasal 378 KUHP,  mengatur tentang penipuan dan yang dilakukan dengan tipu muslihat atau kebohongan dan Pelaku penipuan dapat dikenakan sanksi pidana penjara paling lama "EMPAT TAHUN".


(Red)



Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done