Target Operasi News My.Id| PEKANBARU
Keberadaan telur merah dalam prosesi adat Melayu seperti pernikahan dan aqiqah kini kian langka. Menanggapi ancaman pudarnya kebiasaan tersebut, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Pekanbaru mengambil langkah nyata untuk merawat warisan leluhur.
Melalui Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, LAMR Kota Pekanbaru menggelar Pelatihan Pembuatan Telur Merah dan Cenderamata di Balairung Marhum Pekan, Kantor LAMR Kota Pekanbaru, pada Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang mengusung semangat melestarikan tradisi dan mengukir kebersamaan ini diikuti oleh puluhan peserta dengan penuh antusias.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Kota Pekanbaru, Datuk Seri Rizky Bagus Oka.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Kota Pekanbaru Datuk Seri Muspidauan, Bendahara Umum Datuk Nomy Nikum, serta jajaran pengurus adat lainnya.
Dalam sambutannya, Datuk Seri Rizky Bagus Oka mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya terhadap para peserta yang mau mempelajari serta menjaga kearifan lokal Melayu.
"Kami sangat bersyukur dan senang melihat ada generasi penerus yang siap mengangkat kembali khazanah budaya Melayu. Pelatihan pembuatan telur merah ini sangat krusial karena kita lihat tradisi ini mulai terkikis dari kebiasaan masyarakat," ujar Datuk Seri Rizky Bagus Oka.
Ia menambahkan, penggunaan telur merah sebagai cenderamata dalam majelis adat seperti pernikahan dan aqiqah belakangan ini semakin berkurang. Oleh karena itu, gerakan penyelematan tradisi perlu terus digalakkan.
"Tradisi telur merah sebagai cenderamata pada acara pernikahan, aqiqah, dan majelis lainnya semakin jarang dijumpai. Hal ini perlu kita galakkan kembali supaya masyarakat, khususnya generasi muda, tetap mengenal dan melestarikannya," tegasnya.
Melalui pelatihan ini, LAMR Kota Pekanbaru berharap tidak hanya membangkitkan ingatan kolektif masyarakat akan keindahan adat istiadat, tetapi juga memperkuat identitas budaya Melayu di tengah arus modernisasi.
